Selamat Hari Sumpah Pemuda

Semangat membentuk persatuan pemuda sudah tumbuh sebelum adanya kemerdekaan. Pemuda dari berbagai daerah berniat untuk melakukan suatu kongres yang menyatukan pemuda di Nusantara. Dari berbagai rapat dan pertemuan pemuda dihasilkan kesepakatan untuk mengadakan Kongres Pemuda Pertama atau dulu disebut Kerapatan Besar Pemuda. Kongres berlangsung selama tiga hari dari 30 April – 2 Mei 1926. Sayangnya ketidaksepahaman dari peserta yang hadir, kongres ini tidak menghasilkan keputusan. Karena keinginan kemerdekaan dan timbulnya kesadaran akan persatuan oleh golongan-golongan daerah maka diadakan kongres kedua.

Pada Tanggal 24 Oktober 1928, panitia acara Kongres Pemuda Kedua mengumumkan tempat, waktu dan acara Kongres Pemuda Kedua. Berikut adalah ricinannya:

Rapat Pertama :

malam Minggu 27 Oktober 1928 mulai pukul 07.30-11.30 dengan tempat di gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Waterlooplein Noord, yang akan dibicarakan :

a. Pembukaan oleh Ketua kongres, Soegondo Djojopoespito

b. Menerima salam dari beberapa pembicaraan

c. Dari hal persatuan dan kebangsaan Indonesia oleh Muhammad yamin

Rapat Kedua :

Minggu pukul 08.00 bertempat di Oost Java Bioscoop, Koningsplein Noord (sekarang Medan Merdeka utara) depan Deca-Park. Yang akan dibicarakan ialah masalah pendidikan oleh Poernamawoelan, Sarmidi Mangoensarkoro, Djoko Sarwono, dan Ki Hadjar Dewantara.

Rapat Ketiga:

minggu mulai pukul 08.00 pagi bertempat di Gedung Indonesische Clubgebouw (sekarang Museum Sumpah pemuda), Jalan Kramat 106, yang akan dibicarakan:

a. perkara Padvinderij oleh Ramelan, Comandant Sarekat Islam Afdeling Padvinderij

b. Pergerakan Pemoeda Indonesia terhadap Pemuda Internasional oleh oleh Mr. Soenario

c. Putusan dan penutupan kerapatan Gedung Indonesische Clubgebouw yang menjadi tempat rapat ketiga, pada rapat itu akan dibacakan hasil kongres pemuda kedua. Sebelum putusan kongres dibacakan, diperdengarkan lagu Indonesia ciptaan Wage Rudolf Soepratman.

Setelah itu, hasil putusan kongres dibacakan yaitu antara kaum Pemoeda Indonesia akan mengakui:

1. Menjunjung bahasa Indonesia

2. Perasaan dan kemauan persatuan bangsa Indonesia Cuma Satu

3. Putra dan Putri Indonesia mengakui tanah tumpah darah Indonesia dan bersetia

4. Bahasa Indonesia wajib dipakai dalam perkumpulan dan pergaulan anak Indonesia karena dalam kongres itu juga bisa dipakai buat mengeluarkan perasaan kebangsaan

5. Memperhatikan dasar-dasar persatuan yang teguh, karena persatuan itu didasarkan atas hukum nasional, budaya, history, dan bahasa yang sama

6. Menyiarkan rasa kebangsaan dan persatuan itu pada berbagai pers dunia. Keputusan itu dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.

Putusan kongres pemuda kedua dibacakan setelah diperdengarkan lagu Indonesia Raja ciptaan Wage Rudolf Soepratman.

Keputusan kongres itu dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda. Setelah putusan dibacakan, para pemuda mengucapkan ikrar yang dipimpin oleh raden Soerjadi utusan Sekar Roekoen.

SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :

KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :

KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga : 

KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

 

Sumber : https://belajar.kemdikbud.go.id/PetaBudaya/Repositorys/museum_sumpah_pemuda/

(Visited 24 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 36 = 45